My blog—-> move!

February 19th, 2008 by wield

Blog saya pindah euy:
www.candlellight.multiply.com
lebih sering nulis di sini.

Presidenku Pencuri Sandal

January 4th, 2008 by wield

Ahmad Nurdiniyati. Presiden BEM KBM STT Telkom 2007/2008. Ternyata seorang ‘pencuri sandal’. Itu istilah yang saya berikan padanya. Saat rapat perdana SC LDKO 2008 di sekre BEM, ada sambutan dari Presiden+pendekar. Saya datang telat, karena saya kira acara dimulai jam 19.30, tapi ternyata saya salah melihat sms, 18.30.

Lalu break shalat Isya.
Saat itu ada acara opening HIY (Himatel is Yours). Saat mau keluar dari sekere BEM, ketika rapat telah usai, saya mencari-cari sandal saya. Cukup lama. Padahal saat itu sudah jam 21.00. Saya sama sekali tidak tahu dimana sandal saya berada. Karena hari sudah semakin larut, akhirnya saya menelepon Nana, my roommate, memintanya menjemput saya dan membawakan sandal. Untung aja saat itu ada Uun dan Desia, jadi nggak bete-bete amat.

Pas lagi nunggu Nana di depan sekre BEM, e… Ahmad datang dari arah depan, menuju pintu BEM melalui tempat kami duduk. Tapi, ada sesuatu. Saya mngenali sandal yang dipakainya. Uun langsung teriak,"Ahmad! Itu kan sandal Wielda!". Saya hampir nangis antara senang dan terkejut. Senang karena sadnal yang  saya sayangi ketemu lagi, dan terkejut kenapa Ahmad?

Lalu Ahmad meminta maaf. Ternyata dia kira itu sandal Teguh, salah satu SC LDKO juga. Dan Ahmad memakai sandal saya ketika memberikan kata sambutan pada Opening HIY.

Salah saya juga mungkin, kenapa saya punya sandal yang emang lebih mirip sandal cowok. Bukan mirip, mungkin lebih tepatnya emang sandal cowok. Tapi saya lebih merasa nyaman sekali memakai sandal tersebut, makanya agak sedih juga kalo sampai kehilangan sandal tersebut.
Tapi, ada hikmahnya juga, sejak saat itu saya jadi mengenal Ahmad. (Nah lho…emang sebelumnya nggak kenal? Kumaha etha… masa’ kagak kenal ama Presiden BEM??)
Yah,… terima kasih sendal!!

Sejeneak jadi Preman Cicaheum

January 4th, 2008 by wield

19 Desember 2007/22:00

Hari ini, saya mengantar Nikmah, adik kelas ke terminal Cicaheum. Berhubung besok Idul Adha, anak2 STTTelkom banyak yang pulang, but I’m not one of them. (’mode: sedih = ON’). Jemput Nikmah jam3, berangkat jam 4, nyampe Cicaheum jam 5an. Macet! maklum, banyak orang yang hendak long week end.

Wudiiih! Rame banget coy! Cicaheum sejenak jadi kayak kumpulan orang haji mau ngelempar jumroh, he..he… berdedak-desakan. Nah, mulailah kami menantikan bus Bandung-Pangandaran di tengah terminal Cicaheum, di tengah gerimis hujan, di tengah begitu banyak orang yang nggak kami kenal. Karena jurusan Nikmah ke Cilacap, hanya bus tersebut yang melalui daerah tempat tingglanya itu.

Setengah jam berlalu….
Bus belum juga datang.
"Itu! Bus Budiman!", teriak saya pada Nikmah. Tapi,malang itu bukan bus Budiman yang kami maksud. Bus tersebut tujuan Tasikmalaya.

Satu jam berlalu…
Bus Budiman dengan tujuan Tasikmalaya sudah berkali-kali memasuki terminal, dan dikejar-kejar oleh banyak penumpang. Kami hanya bisa melihat mereka-yang berlari-larian mengejar bus tersebut, berharap bisa mendapatkan seat, dan segera pulang menemui keluarga mereka. Tapi kami…. masih menunggu. Bus jurusan Pangandaran yang kami nanti-natikan belum juga kelihata batang hidungnya (hwo ho ho… emang bus punya hidung ya?? —-> (’mode: garing = ON’)
Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30.
Nggak putus asa, kami menanyakan keberadaan Bus Budiman yang dinantikan kepada petugas terminal, dan ternyata, Bus tersebut hanya tersisa dua bus lagi, dan saat ini sedang terjebak macet. Beugh!

Saya bertemu dengan beberapa orang anak STTTellkom yang juga ingin pulang kampung: Tika, Rahma, Siska, Tina, de es be. Saat sedang ngobrol dengan Tika (07), orang-orang dengan tujuan Pangandaran berlari menuju sebuah bus yang baru saja memasuki terminal. Bus Budiman jurusan Pangandaran!!
Saya langsung meninggalkan Tika tanpa pamit, berlari mengejar bus. Dahsyat! Banyak kali orang yang mau masuk! Ntah seperti apa tampang saya saat itu. Saya berdesak-desakan di antara cowok-cowok dengan badan setara tentara, yang tanpa memperdulikan bahwa saya seorang cewek, tetap saja mendorong-dorong dari belakang, sampai dada saya sakit. Saya nggak peduli, tujuan saya adalah mendapatkan tempat duduk untuk Nikmah. Nikmah udah menyerah, dia meminta saya untuk mengantarkannya kembali ke kos saja. Tapi saya bilang, pasti bisa! Sejak kecil saya diajarkan untuk tidak pernah menyerah oleh orang tua saya, bahkan bila kita harus menunggu sangat lama, selama kita masih berkeyakinan bahwa hal yang kita inginkan akan kita dapatkan, jangan pernah menyerah! Itu kata bapak dan mama saya.
Namun… ternyata saya tidak bisa memasuki bus, tas saya terjepit di belakang. Akhirnya… daripada usaha saya sia-sia, saya bentangkan tangan saya untuk menghalangi desakan orang lain dan menyuruh Nikmah untuk segera masuk. Dan akhirnya…. saya melihat Nikmah sudah berada di atas bus. Alhamdulillah…. akhirnya…
Yang kudengar darinya, "Makasih ya mba’"
Dan, dengan motor ber-plat BK 6013 NC, motor tercinta yang diimport langsung dari Medan, motor yang setia menemani saya menuntut ilmu sejak sekolah, saya kembali ke tempat tebaik saya, BJS 183, di tengah gerimis hujan dengan kecepatan rat-rata 60 km/jam.

Seru juga. Ternyata nggak cuma belajar ato buat TA yang perlu perjuangan. Bahkan untuk sebagian orang, pulang merupakan suatu perjuangan. Jelas. Terkadang saya juga merasakan hal yang sama.

Banyak hal yang nggak bisa saya lihat saat saya berada di terminal bus tersebut. Pemandangan yang saya kira sedikit menyedihkan saat melihat begitu banyak orang berkumpul di tengah terminal, menunggu bus dengan tujuan masing-masing. Saya jadi teringat, hal ini mungkin mirip dengan yang akan terjadi di padang mahsyar nanti, saat semua manusia dikumpulkan di suatu tempat, menunggu saat perhitungan. Kemudian berlarian, saling berebut saat bus yang mereka tunggu datang.
Pertanyaannya: Apakah di luar Indonesia juga seperti ini?
Belum lagi pemandangan para pedagang asongan. Dari mana asal mereka? Sekolah kah anak-anak mereka?
Tapi… ya itulah seni hidup. Beragam!

Finally I found Prague

December 13th, 2007 by wield

Whuaaaa…!! Finally I found where Prague is!
In Indonesia, we called it Praha. Maybe you think how stupid I am, since I don’t know where Prague is. But I don’t care.
Prague  is the capital and largest city of the Czech Republic. Its official name is hlavní město Praha, meaning the Capital City of Prague.
I found this in a book I am reading now, "40 Days in Europe: Kisah Kelompok Musik Indonesia Menaklukkan Daratan Eropa".
I really feel like I’m going around the world when I read it. First I heard the word "Praha" when I watched a film starring by Mandy Moore, story about a president’s daughter, I forgot the title. Then a few months ago I watched Nodame Cantabile. In that Japanese serial film, Chiaki Sinichi  talked about Prague. I interested.

Here I suggest you to read these books:
1. Travelers’ tale
2. 40 Days in Europe
Those books will make you go around almost half of the world. If you like traveling, you have to read it!

Maybe you said, "Why don’t you just search it in Google? It’s completely will give you the things you want to know."
While I just said—> "It’s a very simple thing to do to find a very  amazing thing. For me"
By reading books, I am not only find the things I want to know. But more than that.

Praha/Pague is a beautiful place.

Cara sesat, tapi selamat

December 11th, 2007 by wield

Akhir-akhir ini ane sering melakukan sesuatu yang dulu, di semester2 awal ane anggap adalah sebuah kesesatan yang nyata (he…he…).

–>>Kabur di saat dosen sedang ngajar.

    Beberapa kali di semester ini ane melakukannya.
Pertama, dengan dosen KGM (Komponen Gelombang Mikro), pak Tea. Duh kasiah banget bapaknya, udah tua, masih aja ngajar, dikhianati pula sama mahasiswa (ane maksudnya). Saat beliau sedang menulis di papan tulis, dengan nekat ane keluar, awalnya ane udah sms ke Yani, untuk bawain tas ane saat dia keluar nanti, tapi ane berubah pikiran, karena melihat peluang yang aman, alhasil ane keluar dengan tas di tangan. Berhasil! Pak Tea gak tau kepergian ane.
Tapi, besok2nya temen2 ane pada heran, koq bisa-bisanya Wielda kabur di tengah2 kuliah? (Biasanya gak pernah, saya kan anak baik2, hwe..he..).
Ane terpaksa keluar, karena ane harus bertemu dengan dosen pembimbing. Kalo minta izin dulu ke bapaknya, ane takut ganggu beliau, coz kayaknya asyik banget dengan papan tulis.

    Kedua, dengan pak Miftadi, dosen Satelit.
Kalo kali ini ane udah atur strategi duluan, ane sengaja gak bawa tas. Cuma bawa diri. Karena emang biasanya di mata kuliah ini ane gak pernah nyatet. Ane ada janji ketemu dengan pak Kore, dosen pembimbing ane, jam setengah 5 sore. Di tengah perjalanan kuliah, ane keluar, ya tanpa izin. Temen sebelah kiri ane (kalo gak salah Citra dan Nia), mengira ane cuma ke toilet, e… besoknya ane disamperin Citra, "Kemaren kamu kabur ya? gak bilang-bilang!" Tuing!

Dan yang paling sering adalah meninggalkan kuliah, sekali lagi, untuk bertemu dengan dosen pembimbing. Kadang ane heran sendiri, koq bisa ya ane berbuat seperti itu?Ane beneran anak baik2 lho…(sebelumnya, tapi sekarang… entahlah!)

Mungkin temen2 tidak pernah melakukan hal yang saya lakukan di atas (berhusnuzhon), atau malah lebih parah?? Hwe…he..
Ane hanya khawatir apa yang ane lakukan ini dapat merusak citra ikhwah (baca: akhwat berjilbab panjang), di mata teman2 yang ammah.

Ada cara yang lebih baik untuk mengatasinya gak ya?

My Fav wOrdS

November 15th, 2007 by wield

Bismillah…

Ni merupakan kata2 dari buku yang paling sering saya baca. The best book dah!
Kata-katanya…. Subhanallah indah banget.
Apalagi penekanan di satu kalimat yang selalu duilang-ulang.

Here they are…

Katakanlah, "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?"

Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpermandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang telah menjadikan gunung-gunung untuk mengukuhkanya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.

Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati-Nya.

Atau siapakah yang memimpin kamu di dalam kegelapan di daratan dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).

Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Katakanlah, "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar."

Katakanlah, "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, keculai Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.
————————————–

Kalau baca ini….
-jadi ingat suasana dikala hujan. Gerimis ataupun deras.
-jadi ingat rerumputan di samping MSU yang segar kalo habis hujan, apalagi  sekarang ada ilalangnya. Keren!
-jadi ingat gunung Puntang, tempat outbond pertama kali saya di Bandung saat ospek jurusan. Ada sungai, dan ada gunung-gunung yang membuat celah-celah di antaranya
-jadi ingat saat-saat sulit pertama kuliah di STTT , jauh dari ortu , keluarga n teman dekat
-jadi ingat suasana kalo mati listrik di malam hari
-jadi ingat angin malam saat shalat tarwaih bareng sokosan di atas atap kos, di  bawah naungan langit yang bertaburan bintang (he..he…)
-jadi ingat masa kecil, lalu sadar bahwa sekarang udah segede ini. Still alive. Masih hidup dan bernafas
-dan yang terpenting, jadi ingat sama yang udah menciptakan semuanya, ALLAH

Taken from The Best Book in the world, Al-Qur’an.

Trik untuk mengatasi Jetlag

November 5th, 2007 by wield

Guys, after you read -Jetlag-, better you read this too. Some tricks for overcoming Jetlag

1. perhatikan jam berapa Anda akan sampai di tujuan. Jika Anda akan sampai di tujuan pagi hari, maka pastikan tubuh Anda tidur 8 jam sebelum waktu tiba. Dengan begini tubuh Anda sudah beristirahat cukup dan siap menjalani pagi seperti penduduk lokal. JIka Anda sampai di tujuan pada malam hari, maka pastikan agar dalam 8 jam sebelum tiba, Anda tidak tidur. Ini untuk menyiasati agar ketika sampai di tujuan, tubuh Anda siap untuk tidur, seperti layaknya penduduk lokal di negara tujuan Anda


2. Pergunakan pil tidur
untuk memastikan Anda melakukan poin 1. Jangan takut, Anda pasti dibangunkan oleh pramugari, karena pesawat tidak sama dengan bus patas., he..

Taken from : Travelers’ tale

Bbd_948097_challenger_300_lr

- - - not found - - -

September 7th, 2007 by wield

Not long ago, we will face Ramadhan. Prepare yourself in facing that day.
Actually, I don’t want to talk about Ramadhan, but the day after that, Idul Fitri.
This year, I’m afraid of that day
Coz I’m going home
(strange me, it should be a happiness!!)
After two years I didn’t feel Idul Fitri with my parents
But, that’s my choice. I decide that.
Of course I’m happy, I can meet my parents this year, but…
beside that, there’s something that make me worries.
And every time I go home, I always feel that thing.
I hope my two weeks in home will be gone as soon as possible.

Untuk Seorang Teman yang Dengannya Aku Berjuang

April 6th, 2007 by wield

Kita, bertemu untuk pertama kalinya di sebuah kamar luas dengan kapasitas 8 orang, aku dan kamu adalah dua di antaranya.
Banyak hal dalam benakku saat melihat dirimu.
Dan  tidak ku pernah mengira kita akan bersama seperti ini.
Dalam banyak hal, kita selalu bersama, mungkin ini takdir Allah,
atau sebuah hadiah dari-Nya untukku yang memang membutuhkanmu.
Sebagai teman, sebagai kakak, sebagai penasehat, sebagai reminder, sebagai tempatku untuk mengadu.
Wallahua’lam.
Namun, di atas segalanya… aku bersyukur.
tak ada yang kusesali dari mengenalmu.
Satupun.

Seringkali kita terhimpit suatu masalah yang melibatkan orang-orang ‘besar’.
Mungkin diriku tidak akan sanggup menghadapinya, lalu menyerah.
Tapi, Allah mengirimmu padaku, tuk membantuku, untuk berjuang bersamaku.
Seringkali kita menghadapi kejadian di luar pekiraan kita
Lalu kita mendiskusikannya berdua, atau mencari seseorang yang lebih tau dari kita
kala sudah tiada jalan keluar yang bisa kita dapatkan
Kadang kita menangis bersama, tak jarang pula kita tertawa berdua.
Lelah, kita rasakan bersama

Walau kini, banyak aktifitas kita yang berbeda, tak satupun menyurutkan langkah-langkah kita.
Jalan kita boleh berbeda,
tapi… satu tujuan kita.

__________
Aku akan ada untukmu
Seperti kau ada untukku
Teman

Bandung, Tuesday, 10 October 2006/17.10
Untuk teman yang dengannya aku hidup dan berjuang, NANA.

I call Her ‘Iyul’

April 6th, 2007 by wield

Nurul Huda, nama sebenarnya kini. Dahulu, dia Yohanna. Tapi, kini ia memproklamirkan dirinya sebagain ‘uun’.
Aku mengenalnya sejak di SMK Telkom, dari kelas 1 hingga kini aku duduk di bangku kuliah, aku selalu sekelas dengannya. Kata orang, kami mirip. Suatu kali, bukan, bukan hanya suatu kali, tapi seringkali ada orang yang salah memanggil namaku. Seperti Reza Dynasti, waktu itu ia pernah memanggilku ‘uun’. Dia berteriak dari kejauhan, jelas saja aku tidak memalingkan wajahku samasekali, lalu setelah mendekat ia baru sadar bahwa dia salah memanggil orang.
Aku bukan hanya mengenal dirinya, tapi juga keluarganya…
Entah kenapa aku merasa kami memang ditakdirkan untuk selalu bersama, mungkin karena kami saling membutuhkan, atau lebih tepatnya, aku yang membutuhkannya.

Iyul, pertama kali mengenalnya, yang paling aku ingat adalah gaya bicaranya yang terlalu cepat, kecepatannya di atas rata-rata orang biasa berbicara, dan ambisinya yang kuat dalam mencapai sesuatu yang diinginkannya. Seiring berjalannya waktu aku semakin mengenalnya, dalam banyak hal kami selalu bersama. Bagiku, dia seperti seorang adik ketika dia membutuhkanku, seperti seorang kakak ketika aku yang membutuhkan nasehat dan pertimbangannya.

Iyul, seorang yang tegas, selalu berjalan di atas rel yang sudah dirancangnya. Dia hanya akan merubah alurnya jika dan hanya jika Allah tidak menghendakinya untuk melalui jalur yang telah dirancangnya tersebut, tanpa terpengaruh kata-kata mirning dari orang di sekitarnya, ia akan terus berjalan. Karena ia yakin akan mimpi-mimpinya. Karakternya kuat, itu yang membuatnya menjadi seorang yang berprinsip.

Banyak kelebihan dalam dirinya, bukan hanya dalam hal berbicara. Dalam beberapa hal, jujur aku mengaguminya. Ia bisa berbahasa arab, mudah menghapal apalagi menghapal ayat-ayat Al-Qur’an, aku kalah jauh dibanding dirinya. Seorang yang cerdas dan ahli dalam beberapa bidang, kreatif. Ia juga seorang yang baik dalam menjalin silaturahmi dengan siapapun. Walau kadang ia sering kecewa jika sesuatu tidak berjalan seperti yang diinginkannya, namun hal tersebut tidak akan menyurutkan langkahnya, She will walk ahead ’till she get what she wants.

I love You, Iyul.
I know that we will not be together for good, someday we will face our own way.
You will walk on your own way, and so will I.
But, I’m sure that you’ll not forget me in any condition and time,
as I will never forget You ’till the time is through.
One thing that I want you to know:
"Salah satu anugrah terindah dalam hidupku adalah bisa mengenalmu"

—————————————-
Bandung, Saturday, 07 April 2007 / 09.55, in a place where we live, BJS_183.
Untuk seorang adik, kakak, teman, yang dengannya aku banyak mengisi hidup,

NURUL HUDA